Joko Tingkir

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

Selamat datang di situs www.Joko-Tingkir.Com. Situs ini dikelola langsung oleh Kang Masrukhan, seorang Spiritualis Jawa, Pakar Benda Bertuah dan Konsultan Spiritual.

Disini, Anda bisa menemukan beberapa Mustika bertuah penarikan gaib yang dilakukan Kang Masrukhan di makam dan tempat petilasan Joko Tingkir yang bisa Anda jadikan sebagai sarana spiritual untuk memudahkan jalan Anda mendapatkan jabatan, memudahkan segala hajat, dan perlindungan diri dari segala macam marabahaya.

http://www.ilmuhikmah.com/promo.gif

Khusus pemesanan hari ini,Anda akan mendapatkan potongan mahar sebesar 10% dan bonus spesial berupa:

Azimat Kekayaan Sulaiman

(untuk pemesanan di atas Rp. 400.000)
&
Minyak Asmak Malaikat

(untuk pemesanan di atas Rp. 2.000.000)


Dan Gratis Biaya Kirim Ke Seluruh Indonesia

 

Siapa Itu Joko Tingkir?

Joko Tingkir adalah pendiri sekaligus Raja pertama Kerajaan pajang yang bergelar Sultan Hadiwijaya. Nama asli beliau adalah Raden Mas Karebet. Beliau merupakan putra dari Ki Ageng Pengging atau yang lebih dikenal dengan Kebo Kenongo. Saat Joko Tingkir dilahirkan, Ki Ageng Pengging bersama sahabatnya, Ki Ageng Tingkir sedang melaksanakan pergelaran wayang beber (wayang karebet). Karenanya, putranya diberi nama Mas Karebet.

Ki Ageng Pengging dituduh sebagai pemberontak oleh Kerajaan Demak. Sehingga membuatnya dihukum mati oleh panglima Kerajaan Demak, Sunan Kudus. Tak lama setelah meninggalnya Ki Ageng Pengging, Nyai Ageng Pengging yang merupakan ibu Mas Karebet jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sejak saat itulah Mas Karebet menjadi yatim piatu. Karena merasa kasihan, Nyai Ageng Tingkir (istri Ki Ageng Tingkir) kemudian mengasuh dan mengangkatnya sebagai anak.

Selama diasuh oleh Nyai Ageng Tingkir, Mas Karebet tumbuh menjadi sosok pemuda yang sangat menyukai bertapa. Mas Karebet juga dijuluki Joko Tingkir karena ketika ia masih muda menjadi anak angkat Nyai Ageng Tingkir. Joko Tingkir juga berguru kepada Sunan Kalijaga. Selain kepada Sunan Kalijaga, dia juga pernah berguru kepada Ki Ageng Sela.

Atas saran dari Sunan Kalijaga, Joko Tingkir mengabdikan dirinya di kerajaan Demak. Di sana, Joko Tingkir tinggal di sebuah rumah Kyai Gandamustaka. Kyai Gandamustaka merupakan saudara Nyi Ageng Tingkir yang menjadi perawat Masjid Agung Demak dan berpangkat lurah ganjur. Karena Joko Tingkir pandai menarik simpati Sultan Trenggono, akhirnya Joko Tingkir diangkat menjadi kepala prajurit Demak berpangkat lurah wiratama.

Setelah diangkat menjadi kepala prajurit Demak, Joko Tingkir diberi tugas untuk menyeleksi tentara baru yang akan masuk menjadi prajuritnya. Diantara calon tentara baru ada seseorang yang bernama Dadungawuk yang sangat sombong dengan kesaktiannya. Lalu, Joko Tingkir menguji kesaktian Dadungawuk. Namun, dalam uji kesaktian tersebut, Dadungawuk tewas hanya dengan menggunakan Sadak Kinang (tusuk konde). Akibatnya, Joko Tingkir dipecat Sultan Trenggono dari ketentaraan dan diusir dari Demak.

Setelah diusir dari Demak, Joko Tingkir berguru pada Ki Ageng Banyubiru atau Ki Kebo Kanigoro yang merupakan saudara tua ayahnya. Setelah merasa cukup menyerap ilmu Ki Ageng Banyubiru, kemudian beliau kembali ke Demak bersama ketiga murid Ki Ageng Banyubiru yang lain, yaitu Mas Manca, Mas Wila, dan Ki Wuragil.

Dalam perjalanan, rombongan Joko Tingkir menyusuri Sungai Kedung Srengenge dengan menggunakan rakit. Tiba-tiba muncul siluman buaya yang menyerang mereka. Namun, dengan kesaktian keempat murid tersebut, siluman buaya sanggup untuk ditaklukkan. Bahkan, siluman-siluman tersebut membantu Joko Tingkir mendorong rakit sampai ke tujuan.

Pada saat itu, Sultan Trenggono dengan keluarganya sedang melakukan wisata di Gunung Prawoto. Karena Joko Tingkir ingin mencari simpati dari Sultan Trenggono agar menerimanya kembali di kerajaan Demak, beliaupun melepas seekor kerbau gila yang diberi nama Kebo Danu. Kerbau tersebut diberi mantra khusus oleh Joko Tingkir dengan cara diberi tanah kuburan pada telinga kerbau. Kerbau itu mengamuk menyerang pesanggrahan raja, di mana tidak ada prajurit yang mampu menghentikan kerbau tersebut.

kemudian, tiba-tiba Joko Tingkir muncul dan menghadapi kerbau gila tersebut. Kerbau gila itu mampu dikalahkannya dengan mudah. Dan atas jasa Joko Tingkir tersebut, Sultan Trenggono mengangkatnya kembali menjadi lurah wiratamtama.

Untuk mengetahui Mustika bertuah penarikan gaib yang dilakukan Kang Masrukhan di makam dan tempat keramat petilasan dari Joko Tingkir, silakan Anda KLIK DISINI>>

 
 
 

Kang Masrukhan di Bukan Empat Mata TRANS7

selengkapnya dapat anda saksikan disini >>

Comments are closed.

 

Joko Tingkir | Mustika Joko Tinggkir | Kang Masrukhan | Testimoni | Cara Pemesanan | Tentang Kami | Situs Kami

Copyright © joko Tingkir